Pilihlah jawaban yang sesuai untuk setiap pernyataan berdasarkan kepribadian Anda
1. Saya sampaikan kepada konseli bahwa saya dapat memahami masalahnya. *
2. Saya kagum kepada konseli karena ia mampu bertahan dalam masalah yang dihadapi. *
3. Saya memastikan kesesuaian kesimpulan pribadi dengan cerita yang diungkapkan konseli. *
4. Saya hanya fokus pada masalah yang diungkapkan konseli. *
5. Saya mengatur kontak mata agar konseli lebih nyaman bercerita. *
6. Saya bangga pada keteguhan konseli untuk bertahan pada situasi yang sulit. *
7. Saya meminta konseli untuk mengoreksi kesimpulan saya. *
8. Saya menggambarkan cerita konseli dalam pikiran. *
9. Saya menyimak cerita konseli, agar dapat memahami masalah yang dialami. *
10. Wajar apabila konseli menceritakan masalahnya sambil menangis. *
11. Saya mendekatkan posisi duduk ke arah konseli agar dapat merasakan kesedihannya. *
12. Saya membayangkan latar belakang konseli berdasarkan ceritanya. *
13. Saya bertanya kepada konseli jika ada yang kurang jelas dari ceritanya. *
14. Saya maklum ketika ada konseli yang bercerita tanpa jeda. *
15. Saya mencondongkan badan ke depan agar lebih jelas mendengarkan cerita konseli *
16. Saya memikirkan kemungkinan yang akan terjadi jika masalah konseli teratasi. *
17. Saya bertanya kepada konseli tentang upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi masalahnya. *
18. Saya menyampaikan turut bersedih atas masalah yang menimpa konseli. *
19. Saya berusaha untuk tidak membeda-bedakan dalam melayani konseli *
20. Saya memikirkan kemungkinan yang akan terjadi jika masalah konseli tidak dapat diatasi. *
21. Saya bertanya kepada konseli tentang upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi masalahnya. *
22. Saat konseli menangis, saya mencoba menenangkannya. *
23. Seperti apapun latar belakang kehidupan konseli, saya tetap dapat menerimanya. *
24. Saya menghilangkan pikiran negatif tentang diri konseli. *
25. Saat terjadi “kebuntuan”, saya mengajak konseli untuk berdiskusi. *
26. Saya menunggu tangis konseli selesai, baru kemudian mengajak berbicara. *
27. Sebagai konselor, peran saya terbatas dalam proses konseling. *
28. Saya mengajak konseli berdiskusi untuk merumuskan alternatif solusi. *
29. Saya menyampaikan kepada konseli tentang hal-hal yang saya tangkap terlihat dari emosi konseli. *
30. Saya memuji konseli, atas keinginannya untuk merealisasikan rencana perubahan. *
31. Saya mengapresiasi keberanian konseli untuk keluar dari zona nyaman. *
32. Konseling berarti membantu mencari alternatif solusi. *
33. Saya sampaikan kepada konseli tentang hal-hal yang saya tangkap berdasarkan ekspresi konseli saat bercerita. *
34. Saya meminta konseli untuk memikirkan kembali ucapannya. *
35. Saya memberikan kesempatan konseli mengungkapkan kekecewaannya terhadap seseorang. *
36. Saya mempersilakan konseli mengungkapkan kemarahannya. *
37. Saya mengabaikan masalah pribadi, saat melakukan konseling. *
38. Saya meminta konseli untuk memperkirakan kemampuannya dalam melakukan perubahan. *
39. Saya mengangguk sebagai tanda setuju pada ucapan konseli. *
40. Saya menepuk pundak konseli (jika berjenis kelamin sama) untuk menunjukkan kepedulian. *
41. Saya mendekatkan posisi duduk, untuk menunjukkan kepedulian kepada konseli. *
42. Saya dapat menjamin kerahasiaan cerita konseli. *
43. Sebelum konseling, saya melakukan asesmen untuk mengetahui masalah konseli. *
44. Sebelum konseling, saya melakukan asesmen untuk mengetahui kebutuhan konseli. *
45. Saya menghindari bermain HP selama proses konseling. *
46. Saya menonaktifkan alat komunikasi saat sedang mengkonseling. *
47. Saya mencari bantuan, saat konseli menampilkan perilaku agresif. *
48. Saya menyimpulkan ucapan konseli agar dapat memahami emosinya. *
49. Menurut saya, konseli adalah individu yang berpotensi menyelesaikan masalahnya sendiri. *
50. Saya menggunakan media apa saja agar konseli mau bercerita. *
51. Saya menggunakan berbagai media konseling agar konseli merasa bahwa ia diterima. *
52. Saya tetap tenang, meskipun konseli menampilkan perilaku agresif. *
53. Saya bersikap sama kepada semua konseli, tanpa memandang latar belakangnya. *
54. Saya bersikap netral ketika konseli sedang bercerita. *
55. Saya memberikan kesempatan kepada konseli untuk menceritakan masalahnya. *
56. Saya mempersilakan konseli untuk memilih posisi duduk. *
57. Saya percaya bahwa konseli mampu menyelesaikan masalahnya. *
58. Meskipun konseli ragu, saya percaya bahwa ia dapat menyelesaikan masalahnya. *
59. Saya mengapresiasi kemauan konseli untuk menceritakan masalahnya. *
60. Saya memuji konseli, atas kesediaannya mengikuti seluruh tahapan konseling. *
61. Untuk mengungkapkan rasa iba, saya memberikan contoh kepada konseli tentang kejadian serupa. *
62. Saya yakin konseli mampu mengatasi masalahnya, sebagaimana orang lain mampu mengatasinya. *
63. Saya membuat catatan kecil untuk mengingat cerita konseli. *
64. Menurut saya, konseli jujur mengenai cerita yang disampaikan. *
65. Saya memuji kejujuran konseli. *